Thanks Fren atas Kunjungannya

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA.....

Senin, 17 Oktober 2011

Love of Sword

Hmmm.....
Udah lama saya gak buat cerita fiksi. Dari dulu pingin buat cuman masalahnya gak ada waktu yang cukup untuk meluangkan hobi menulis ini. Ya...walaupun bisa dibilang gaya tulisan saya masih acak-acakkan. 
Okey dech, pada kesempatan kali ini saya mau menulis sebuah cerita fiksi yang terinspirasi dari kartun-kartun ataupun novel jepang yang pernah saya tonton and baca. Salah satunya kartun Naruto, Death Note, Bleach, Law of Ueki dan masih banyak lagi yang lainnya. So... jangan heran kalau nama tokohnya n kisahnya berbau jepang and terkesan tempelan, hehehe...Ini semata-mata apresiasi saya karena kekaguman saya pada Negeri Sakura itu.
Yach...namanya juga masih belajar mengarang. By the way, kita langsung aja ke ceritanya! 
Selamat membaca yach!!!!

Part #1
   Siang itu angin bertiup kencang menyergap rasa takut para penduduk kota Jakarta. Kendaraan yang biasanya ramai lalu lalang dan terjebak macet kini tak tampak. Semua jalan, tempat-tempat publik, perkantoran terlihat lengang. Sedangkan di stasiun-stasiun televisi nasional serentak memberitakan berita yang sama tentang keadaan kota Jakarta yang tak biasa.
    Sementara itu di salah satu gang kecil dekat sebuah pasar tradisional berdiri mematung seorang laki-laki muda berusia sekitar 18 tahun. Wajahnya yang tampan dengan rambut pendeknya yang dipotong dengan style   jepang dan tatapan matanya yang tajam seakan menambah misteri kehidupannya. Ia adalah salah satu siswa kelas 3 SMA yang telah dinyatakan lulus UAS dengan nilai terbaik se-nasional. Di SMAnya para gadis dari sekolahnya dan luar sekolahnya mengidolakannya. Entah karena ketampanannya, kecerdasannya atau kedua-duanya.
     Angin masih bertiup kencang disertai gerimis tipis. Rambutnya mulai basah dan wajahnya masih tampak tenang dengan senyum tipis seolah-olah mengejek pria tua di hadapannya. Pria tua itu diam seribu bahasa sambil menatap lekat-lekat wajah pemuda dihadapannya. 
Pria tua itu berdehem memulai pembicaraan, "Aku tak bermaksud ikut campur dalam masalahmu. Tapi kali ini kau telah keterlaluan anak muda. Seharusnya anak muda sepertimu harus di didik tentang kebenaran agar kau tak salah jalan. Karena sungguh disayangkan semua potensi yang ada pada dirimu hanya akan menjadi bencana bagi sebagian manusia yang kau benci. Karena itu...". 
Belum selesai pria tua itu berbicara, tiba-tiba pemuda itu dengan nada tinggi berkata,"Diam kau!! Tahu apa kau tentang hidupku!. Kau tak tahu betapa menderitanya aku. Aku takkan membiarkan manusia-manusia tak bermoral itu hidup panjang setelah membunuh kedua orang tuaku! Akan ku balas mereka! walaupun harus  bersekutu dengan geonkye!".
(Geonkye : sejenis dewa kematian  yang menawarkan kematian sebagai imbalan atas jasanya)
Sekali lagi pria tua itu menatap tajam pemuda tersebut."Baiklah anak muda jika itu yang kau inginkan, tapi aku takkan pernah membiarkan kau melakukannya. Lakukanlah jika kau mampu! Akan ku lihat dari tempatku".
Pria tua itupun pergi meninggalkan pemuda itu dan menghilang diantara angin gerimis.
     Pemuda itu tampak kesal dengan jawaban yang tak diharapkan. Ia bersandar pada salah satu tembok di gang kecil itu. Matanya terpejam seakan mengingat masa lalu. Tak lama setelah itu tiba-tiba ia mengambil sesuatu dari dalam ranselnya. Sebuah buku, buku yang bisa mengubah kehidupan menjadi kematian, Death Note. Sebuah buku yang melegenda sejak dulu, berusaha disingkirkan oleh para dewa-dewa kematian. Tapi buku itu selalu menghilang ketika dicari. Dan pada akhirnya akan jatuh di tangan manusia  yang haus akan kematian manusia lainnya. Itulah mengapa buku ini salah satu buku terlarang dan harus segera dimusnahkan oleh para dewa kematian. Sedangkan pemuda itu sama sekali belum menggunakannya. 
     Pemuda itu membuka perlahan buku tersebut. Di dalam buku tersebut terdapat sebuah bolpen bertinta emas. Ia tersenyum tipis kemudian membuka tutup bolpennya dan mulai menulis nama-nama orang yang akan dibunuhnya. Tapi baru saja ia hendak menulis tiba-tiba angin kencang yang belum mereda sedari tadi tiba-tiba tenang seketika. Disusul munculnya sebuah sinar yang menyilaukan mata yang mengelilingi pemuda itu. Kemudian tampak 4 orang pemanah dengan panahnya siap mengarah kepadanya. 
"Hei Akira-san, jangan lakukan itu! Kalau kau tetap melakukannya maka kamipun akan melakukan hal yang sama padamu, hentikanlah!"teriak salah seorang pemanah terhadap pemuda itu.
"Siapa kalian, aku tak takut pada ancaman kalian!",balas pemuda itu.
"Kami adalah dewa kematian dari batalyon 5 yang bertugas memusnahkan Death Note dan penggunanya".
" Hahahaha.......pengecut, 4 lawan 1? Sungguh pengecut!".Tiba-tiba pemuda yang bernama Akira itu sudah menulis huruf  pada death note.
Seketika itu pula para dewa kematian melepas anak panahnya ke arah akira. Tapi akira hanya tersenyum tipis melihat tingkah dewa kematian itu.


Part #2
   Seketika itu pula para dewa kematian melepas anak panahnya ke arah akira. Tapi akira hanya tersenyum tipis melihat tingkah dewa kematian itu. Belum sempat panah sang dewa kematian menembus jantung akira. Seketika dengan kecepatan kasat mata yang super cepat, pemuda itu dengan mudahnya berhasil menghindari panah dari batalyon 5. Sontak saja para dewa kematian itu ternganga tak percaya atas apa yang baru saja dilihatnya.
"Siapa kau sebenarnya akira-san!"
"Siapa aku? Hahahaha.....", akira tertawa lantang.
"Manusia biasa seperti aku saja tidak berhasil kalian panah, bagaimana mungkin kalian bisa melakukan itu pada death note? Payah! Dewa kematian yang sangat payah!", maki akira dengan tatapan mata tajam.
Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi dengan kembali mengulangi gerakannya yang sangat cepat, akira berhasil meloloskan diri dari kepungan kelompok pemanah dewa kematian batalyon 5.
"Siapa sebenarnya pemuda itu? bagaimana mungkin manusia biasa mudah melakukan hal itu..",gumam  anakato pada dirinya sendiri.
"Pemuda yang misterius", ucap pemanah lainnya yang bernama Yushi.
"Aku benar-benar tertarik pada kemampuan pemuda itu", timpal Nao.
"Huhh...pemuda yang mnyebalkan! lain kali akan ku tangkap kau tanpa ampun",gerutu Nakata cetus. Dia adalah satu-satunya pemanah wanita yang berada di tingkat batalyon 5, karena itu khusus untuk Nakata dia selalu memakai kain penutup wajah seperti ninja. Sehingga semua lawannya tidak ada yang mengetahui bahwa dia adalah seorang wanita. Adapun pemimpin kelompok pemanah adalah anakato.
                                                                   _____
   Sementara itu di dunia para dewa kematian berita tentang adanya manusia biasa yang memiliki kemampuan super cepat telah berkembang menjadi berita yang sensasional. Dan ini mengakibatkan ketidakstabilan kepercayaan para dewa kematian terhadap Pemimpin Tertinggi Dewa Kematian mereka, yaitu Suzho.
Suzho di usianya yang sudah sepuh, kini memiliki tanggung jawab yang berat untuk mengakhiri kejahatan death note dan penggunanya. Untuk meredam berita yang semakin simpang siur tersebut maka Suzho terpaksa meminta seluruh dewa kematian dari seluruh batalyon baik ketua, wakil ketua maupun anggota diminta berkumpul di menara Light Sky. Ini adalah kali pertamanya Suzho mengadakan rapat terpenting selama dia menjadi pemimpin dewa kematian.
    Pintu gerbang menara Light Sky dibuka lebar-lebar dari biasanya, karena pemimpin tertinggi dewa kematian akan memasuki light sky. Serentak semua para dewa kematian diam terpaku pada sosok sepuh Suzho yang baru saja memasuki light sky. Kini lelaki sepuh itu duduk bersila diatas tatami yang mana bagian kiri dan kanannya para dewa kematian juga duduk bersila.
"Aku tidak mau bicara banyak untuk urusan yang kita semua sudah ketahui", kini Suzho mulai membuka pembicaraan.
"Aku tidak mau ini terjadi", Suzho diam sejenak sambil memperhatikan raut wajah para dewa kematian.
"Batalyon 4! bagaimana perkembangan Pengguna death note", seru Suzho setengah berteriak.
Yamada yang menjadi ketua dewa kematian batalyon 4 tersentak mendengar seruan itu.
"Untuk saat ini pengguna death note yang bernama akira-san baru saja membunuh dua orang pelaku yang dahulu membunuh kedua orangtuanya", lapor Yamada.
"Baiklah sebelum banyak korban berjatuhan, aku telah memutuskan untuk menugaskan seorang anggota Anku yang telah teruji keahliannya", ucap Shuzho.
(Anku : pasukan teruji dan terlatih diatas rata-rata melebihi dewa kematian dan kemampuannya hampir mendekati Pemimpin Tertinggi Dewa Kematian)
Serentak semua anggota Dewa kematian terkejut oleh ucapan Shuzo.
"Bukankah semua anggota Anku telah binasa saat pertempuran Sword Line?", tanya anakato.
"Ya, semuanya telah binasa saat itu, kecuali satu orang pemuda yang keberadaannya terus aku rahasiakan hingga saatnya tiba. Keluarlah Mizuhashi Naozumi",pinta Suzho.
   Sejenak keadaan hening dan tiba-tiba semua mata tertuju pada seorang pemuda yang sudah duduk disamping Suzho. Rasa kagum menyelimuti para dewa kematian ketika mengetahui Mizuhashi memiliki keahlian yang sama dengan akira, yaitu kecepatan bergerak hingga para dewa kematian tidak menyadari langkahnya bahkan tidak melihat bayangannya melewati mereka.
"Apakah kau bersedia membawa akira-san dalam keadaan hidup-hidup untuk diadili?",tanya Suzho.
"Aku bersedia", jawabnya dengan tenang dan tegas.

------> To be continued at part 3!!!!

                                                                                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar