Oleh : Nur Mursidi
Sumber : Majalah Hidayah Edisi 117-MEI'11Seorang hamba Allah yang terpilih tapi tak segan mengerjakan urusan domestik. Padahal, ia adalah utusan Allah yang memiliki tanggung jawab besar
Dalam Al-Qur'an, Allah dengan gamblang menjelaskan bahwa Rasulullah saw. adalah teladan yang baik (QS. Al-Ahzab [33]: 21). Itu artinya bahwa apa yang disabdakan dan dilakukan Rasulullah bisa dijadikan contoh bagi umat Islam dalam menapaki hidup sehari-hari. Rasulullah itu seorang Nabi, tapi ia juga seorang manusia biasa. Dalam kehidupan rumah tangga, Nabi berperan sebagai seorang laki-laki, ayah dan suami. Lalu bagaimana kehidupan Nabi dalam menjalani kehidupan rumah tangganya--diantara istri dan anak-anaknya?
Rasulullah adalah seorang laki-laki, suami dan ayah teladan bagi seluruh umat manusia. Di luar rumah, ia berperan sebagai seorang panglima perang dan tokoh agama. Tetapi di rumah, ia mampu berperan sebagai suami dan ayah terbaik. Sungguh sempurna! Nabi tak menutup mata dengan apa yang dapat dikerjakan. Rasulullah mau mengerjakan urusan rumah tangga dengan ikhlas. Rasulullah ringan tangan, turut serta mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan istri-istrinya. Hebatnya lagi, meski ia seorang Rasul. Pemimpin umat Islam terkemuka dan panglima perang, tapi ia tak pernah merasa canggung, malu ataupun malas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dari deretan pekerjaan rumah yang dikerjakan Rasulullah, antara lain ia menjahit pakaian yang sobek, juga membantu memerah susu dan iapun kerap melayani diri sendiri.
Aisyah ra pernah ditanya "Apakah yang dilakukan Rasulullah saw. di dalam rumah?" Aisyah menjawab: "Beliau adalah seorang manusia biasa. Ia menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani dirinya sendiri" (HR.Ahmad dan Tirmidzi). Dalam sebuah hadist lain, diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid, ia berkata: "Aku pernah bertanya pada Aisyah ra: 'Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah saw. di dalam rumah?' Aisyah ra. menjawab: "Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar suara azan, ia segera keluar (untuk menunaikan shalat)" (HR. Muslim).
Jika menyangka bahwa Rasulullah adalah seorang Rasul yang lepas tangan dan tidak mau tahu urusan rumah, itu sepenuhnya salah besar. Sebab, sebagaimana dari teks hadist di atas, Aisyah dengan jelas menceritakan jika Rasul menaruh perhatian terhadap pekerjaaan rumah, bahkan ikut serta menunaikan pekerjaan rumah.
Demikianlah Rasulullah. Ia sosok rendah hati, tidak mau memberatkan tugas istri, turut mengerjakan pekerjaan rumah. Seorang hamba Allah yang terpilih tapi tak segan mengerjakan semua itu. Padahal, ia adalah utusan Allah yang memiliki tanggung jawab besar. Tapi Rasul malah memiliki waktu dan bahkan mau menyisingkan lengan baju untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Sungguh sebuah tauladan mulia yang layak ditiru para suami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar