Sapa Penulis
Di akhir bulan Oktober ini, saya telah memutuskan untuk membuat novel terbaru dengan judul "My Diary in Indonesian" setelah sebelumnya saya juga telah menulis novel yang berjudul "Save My Live". Novel pertama dan kedua yang saya tulis memiliki struktur penulisan yang berbeda.
Bila pada novel pertama menggunakan sudut pandang orang pertama dengan alur cerita pada umumnya. Sedangkan pada novel kedua ini menggunakan sudut pandang orang pertama juga tetapi alur ceritanya berbentuk catatan curhat. Ohya...novel pertama dan kedua memiliki ikatan yang kuat antara tokohnya, jadi ibarat dua buah cerita yang berbeda tapi bersumber dan bermuara pada satu kisah yang sama.
Adapun dengan kebenaran cerita dalam novel yang saya buat ini, baik nama tokoh, tempat dan alur cerita adalah 50% merupakan kisah nyata atau kisah yang saya alami sendiri dan 50% lagi merupakan kisah fiktif yang saya karang sendiri.
Akhir kata, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih atas kesediaannya membaca cerita yang saya buat.
Arigato gozaimasu....
Selamat membaca!!!
_____________________
_____________________
Catatan 1
Hmmm....
Sangat melelahkan!
Sebuah perjalanan yang panjang menyusuri luasnya angkasa.
Hari ini aku tiba di Indonesia. Sebuah negara yang tidak begitu terlalu aku pahami.
Sebelum tiba di Indonesia,
aku selalu memikirkannya. Seperti apa ya Indonesia itu? Apakah mirip dengan Japan?
Olala...ternyata jauh berbeda. Di Japan aku tidak pernah kesulitan dalam hal transportasi. Semuanya telah tersedia.
Tapi di Indonesia, tepatnya di salah satu ibukota Provinsi Indonesia yaitu NTB...aku mengalami kesulitan untuk tiba di alamat asrama yang ku tuju. Aneh, aku merasa sistem transportasinya payah. Tidak teratur seperti di Japan.
Tapi walau bagaimanapun, aku tidak boleh menjelekkan Indonesia. Indonesiakan negara saudaraku. Aku yakin, setiap negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Aku rasa besok adalah hari petualangan yang menegangkan dan semoga menyenangkan. Semuanya suasana baru. Aku harus menikmatinya.
Walaupun sekarang ini aku tinggal di Indonesia, kepribadian dan sifat disiplinku tidak boleh berubah. Akan ku tunjukkan pada orang Indonesia bagaimana orang Japan itu. Karena yang aku tahu dari teman-temanku yang pernah tinggal di Indonesia. Mereka berkata orang Indonesia itu sedikit yang menaati peraturan, bicara pintar tapi realitanya sedikit yang terwujud, suka menunda-nunda waktu, tidak tepat waktu atau istilah mereka jam karet, dan sangat konsumtif.
Aku tidak tahu kebenarannya, tapi jika memang benar perkataan teman-temanku. Itu artinya tugasku bertambah.
Selain tinggal di Indonesia untuk menjalani kesepakatanku dengan Ulfa-san, berarti aku juga harus menularkan kebiasaan disiplin orang Japan ke orang Indonesia. Mungkin untuk saat ini, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk negara saudaraku ini.
Tidak terasa sudah pukul 02.45 am....aku merasa sudah waktunya untuk tidur.
Karena besok banyak aktivitas yang harus aku lakukan.
Selamat Malam.
Catatan 2
Hari ini untuk pertama kalinya aku mengikuti kegiatan perkuliahan. Lumayan menyenangkan. Hari ini aku mengenal satu teman baru, namanya Devi. Dia cukup ramah bagiku. Tapi aku tidak menyangka pada hari ini di Universitas Mataram diadakan ujian tengah semester atau mereka menyebutnya mid semester. Hari ini mereka ujian Teknik Bendungan. Walaupun aku tidak siap, tapi aku bersyukur sebelumnya telah diberikan materi Teknik Bendungan oleh saudaraku yang bernama Ulfa atau aku memanggilnya Ulfa-san atau Ulfa-chan yang kuliah di jurusan yang sama. Aku hanya mempelajarinya selama 2 jam pada malam hari dan 20 menit sebelum berangkat kuliah. Aku tidak mungkin belajar sepanjang hari kemarin karena aku sangat lelah setelah tiba di pulau Lombok, Indonesian.
Ternyata banyak kesan yang kudapatkan di hari kedua ini. Contohnya, ketika aku bangun pukul 04.45, aku melihat teman-teman seasrama atau disini disebut teman kos belum ada yang bangun untuk sholat subuh seperti yang dianjurkan Tuhan mereka. Di kosku ini juga, aku melihat teman-teman tidak menaati jadwal piket kebersihan yang mereka buat sendiri. Disini mereka terkesan berkelompok-kelompok dalam bergaul. Jadi, disini aku belum terlalu mengenal mereka. Mereka juga agak ribut dan berbicara menggunakan bahasa yang aneh, aku merasa bukan bahasa Indonesian.
Selain itu di sini aku melihat sebagian besar orang-orang Indonesian memiliki sepeda motor. Mereka sepertinya lebih menyukai berpergian menggunakan sepedamotor daripada berjalan kaki. Disini aku juga melihat kurangnya tingkat kesadaran akan kebersihan. Kali atau paritnya sangat kotor, dipenuhi sampah dan airnya keruh. Aku jijik melihatnya. Sungguh jauh berbeda dengan di Japan. Tapi ada satu hal yang aku suka dsini, yaitu para mahasiswa di Universitas Mataram diharuskan menggunakan pakain berkerah. Sehingga mereka terlihat jelas sebagai seorang mahasiswa. Tidak seperti di Japan, disana mahasiswa diberi kebebasan dalam menggunakan pakaian ketika kuliah. Sehingga seorang mahasiswa dan orang yang akan pergi ketempat-tempat santai terlihat sama saja.
Jujur, aku tidak mengalami masalah yang serius disini, mungkin karena perbedaan waktu yang tidak jauh berbeda dengan Japan, yaitu berbeda 3 jam antara Japan dengan Lombok. Tapi aku merasa jadwal aktivitasku harus segera dirubah. Jadi sebelum tiba di Indonesian aku sudah meminta saudaraku Ulfa-san untuk membuat jadwal aktivitasku sesuai dengan syarat yang telah aku sampaikan padanya. Hasilnya, antara jadwal aktivitasku di Japan dan di Indonesian berbeda 360 derajat. Dulu di Japan aku tidak terlalu memperhatikan ibadah, sholat dan mengaji sangat jarang bahkan hampir tidak pernah aku lakukan. Di Japan agama itu tidak terlalu penting, apalagi agama Islam sangat tabu disana. Tapi sekarang aku harus sholat 5 kali sehari, mengaji 3 kali sehari dan ditambah 1 sholat sunnat. Jika kuperhatikan jadwal aktivitas yang dibuat oleh saudaraku, dia menekankan padaku 3 hal, yaitu 1. Mengingat Tuhan setiap hari melalui ketaqwaan pada Tuhan 2. Harus memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang luas melalui belajar 3. Ketenangan dalam hidup melalui beberapa kegiatan yang biasa aku sebut refresing. Aku kagum padanya, dia sangat perduli padaku. Aku bersyukur memiliki saudara seperti dia. Aku berjanji akan membawanya dan mamanya ke Japan setelah lulus kuliah nanti. Aku merasa menemukan spritualku disini. Misalkan saja Japan memiliki spritual sekuat spritual di Indonesian, pasti Tuhan akan melindunginya dari bencana alam terdahsyat. Tapi syukurlah sepertinya Tuhan masih menyayangi Japan. Aku berharap begitu.
Ini sudah pukul 7.47 pm
Azan isya sepertinya akan menggema
Sesuai jadwal aktivitasku, aku harus sholat tepat waktu. Disiplin, adalah salah satu yang sangat kami hargai di Japan.
Aku merasa aku mulai menyukai Indonesian. I love Japan and indonesian.
Aku harus tetap semangat.
Ganbatte ne!!!
Catatan 3
Aku lelah, sungguh sangat lelah. Sudah 14 hari aku tinggal di Lombok, Indonesia. Beberapa hari yang lalu aku merayakan Hari Raya Idul Adha, sebuah Hari Raya di Agamaku yang sama sekali tidak pernah aku rayakan sebelumnya ketika tinggal di Japan. Yach..aku sedikit aneh dengan perayaan ini. Aku bukannya tidak tahu mengenai Hari Raya Idul Adha ini. Aku tahu, karena kedua orangtuaku sudah mengajarkannya sejak dulu. Tepat sejak aku berusia 6 tahun. Sejak aku berusia 6 tahun sampai 12 tahun, orangtuaku tak pernah absen setiap hari, tepatnya satu jam sehari mengajariku semua tentang agama Islam, mulai dari cara membaca huruf arab (mengaji berikut tajwidnya), tauhid, hadist, dan fikih. Tapi ketika usiaku menginjak 13 tahun, atau 4 hari sebelum hari ulangtahunku. Kabar terburuk dalam hidupku melesat menembus semua mimpi-mimpiku menjadi perubah hidupku sejak itu. Yaa..sejak itu aku tidak lagi memiliki orangtua yang akan menyayangiku, dan sejak itu aku akan menjadi anak yatim-piatu untuk seumur hidupku. Aku sangat sedih bila mengingat itu semua.
Pagi itu jam menunjukkan pukul 11.04 am. Alhamdulillah. Aku selamat sampai tujuan. Aku tidak melakukan aktivitas apapun di kos. Aku hanya tidur diatas matras dan ditubuhku ditutupi kain tipis, aku anggap itu sebagai selimut. Dan aku sudah terlelap dalam buaian mimpi panjangku.
Tiba-tiba alarm hp ku berbunyi, aku kaget oleh bunyinya yang begitu nyaring menusuk telingaku. Kulihat pukul 09.04 pm. Astaga! sudah berapa lama aku tertidur dan aku belum sholat! Olala...aku lupa aku sedang tidak sholat, istilahnya di Indonesia "datang bulan".
Aku tidur lagi dan terlelap pulas dalam tidurku.
Malam ini aku bermimpi seram, karena dalam mimpiku aku harus berlari jauh-jauh menghindari marabahaya. Aku bermimpi bersama dengan dua orang gadis yang tidak aku kenal sedang dikejar-kejar oleh banyak anjing. Tapi anehnya, anjing ini ada dua kelompok. Kelompok pertama anjingnya berwarna putih, maksudku semua bulunya berwarna putih bersih. Sedangkan kelompok kedua anjingnya berwarna cokelat campur putih. Adapun anjing yang mengejar kami adalah anjing pada kelompok dua. Tapi anjing pada kelompok satu samasekali tidak mengejar kami, bahkan anjing kelompok satu ikut dikejar oleh anjing kelompok dua. Aku berlari dan terus berlari, hingga akhirnya kami menemukan sebuah gedung sekolah yang tidak bagus perawatannya. Aku bersama dua orang gadis itu masuk kesalah satu ruangan kelas. Dan akupun hendak menutup pintu kelas, tapi tiba-tiba seekor anjing berwarna cokelat campur putih terus menyalak-nyalak ingin masuk ke ruangan kelas itu, aku sangat ketakutan. Tapi untunglah pada akhirnya aku bisa menutup pintu kelas itu dan menguncinya. Entahlah tiba-tiba dalam mimpiku, kunci pintu itu sudah berada di pintunya langsung. Ketika aku merasa sudah tenang karena terbebas dari kejaran anjing-anjing tersebut, tiba-tiba aku dikagetkan lagi oleh seekor anjing putih bersih didepanku. Aku hendak mengusir anjing itu keluar, tapi dua orang gadis itu melarangku karena menganggap anjing itu tidak berbahaya. Beberapa lama menunggu di dalam kelas, kami memutuskan untuk segera keluar melalui jendela belakang. Aku dan dua orang gadis itu berhasil keluar melalui jendela. Dan aku baru menyadari ternyata anjing putih itu juga berhasil keluar. Aku tidak tahu bagaimana caranya keluar, karena setahuku anjing tidak bisa memanjat. Aku dan dua gadis itu terus berjalan hingga kami menemukan sebuah tempat yang ramai. Aku dan dua gadis itu memutuskan untuk berpisah di tempat itu. Dan akupun mulai melanjutkan perjalanan tanpa arah dan tujuan, ketika aku sedang berjalan dan terus berjalan, tiba-tiba aku menyadari ada yang mengikutiku. Ketika aku menoleh kebelakang dan ternyata benar saja......seekor anjing berwarna putih bersih mengikutiku. Akupun berjalan dan terus berjalan, dan anjing itu selalu tepat di belakangku. Aku benar-benar ketakutan. Tanpaku sadari airmataku keluar dan berucap "Ya Allah, Tuhanku, aku mohon...Tolong aku....". Aku terus menangis dan menangis sambil terus mengulang ucapan yang sama, hingga akhirnya aku tersadar. Astaga! Hanya mimpi!
Aku hanya duduk, malam itu aku takut untuk tidur, aku takut mimpi yang sama terulang lagi. Kulihat hpku, menunjukkan pukul 03.00 am. Sejak malam itu sampai sore hari ini aku tidak bisa tidur, tubuhku terasa sangat panas, keringat bercucuran dengan mudah membasahi pakaianku, otakku sakit sekali, hidung tersumbat dan sulit untuk bernafas, mungkin ini semua terjadi karena aku sedang sakit flu pikirku. Karena itulah, aku putuskan untuk tidak masuk kuliah selama 3 hari, aku mau fokus untuk menyembuhkan fisikku dulu.
Ternyata 3 hari tidak masuk kuliah alias bolos kuliah membuatku merasa aneh di kosku ini. Mereka sering berteriak-riak sambil mengatakan "Jadi orang tidak boleh malas, dosen rajin kok mahasiswanya malas?? ya". Sejenak aku merasa tersindir oleh mereka. Tidak sampai disitu, ketika aku menuju kamar mandi untuk membasuh muka, kulihat teman-teman kosku bermuka masam padaku, sedangkan pada yang lain mereka bercanda ria. Tapi ada satu orang yang memasang wajah ramah padaku, bahkan ia menyapaku lebih dahulu, aku lupa namanya, dia menyapaku,"Baru bangun ya?", dengan senyum ramahnya.
"Owh...saya tidak pernah tidur dari tadi pagi", jawabku ramah dengan senyum lebih ramah lagi.
Tapi sudahlah, aku tak mau ambil pusing dengan sikap mereka padaku. Terserah...mereka mau menganggap aku pemalas, mahasiswa tidak teladan dan lain sebagainya, itu terserah mereka. Aku tidak mau ambil pusing. Yang penting bagiku, aku paham setiap ilmu yang harus aku pelajari di Perguruan Tinggi tempatku belajar sekarang dan nilaiku, IP-ku, juga IPK-ku selalu diatas rata-rata/ diatas nilai standar. Jadi yang terpenting adalah pemahaman ilmu ku mencerminkan nilaiku. Itulah prinsip yang selalu aku pegang teguh. Itulah mengapa selama sekolah sampai kuliah ini aku tidak pernah mencontek dan dicontek selama mid test dan final test. Lagipula selama tinggal di Japan kami sudah biasa dengan prinsip seperti itu. Dan jika nilai kami jelek, kami sangat malu pada keluarga, teman-teman, dan lingkungan kami. Dan biasanya kami akan mengurung diri cukup lama dan dalam kesendirian itu, kami berusaha dengan sebaik-baiknya mengejar ketertinggalan dan belajar sungguh-sungguh.
Seandainya mereka pernah kuliah di Japan dan kuliah di tempat yang sama denganku ketika di Japan, mungkin mereka takkan pernah memandang rendah diriku seperti hari ini. Kalau di Japan, bukan sebuah pemandangangan aneh jika ada seorang mahasiswa tertidur pulas di ruangan kelas ketika seorang dosen tengah mengajar. Intinya tidur boleh, asalkan tidak mengganggu ketenangan kelas dan dosen pengajar. Dan ketika hasil test telah keluar, ternyata mahasiswa yang pernah tertidur pulas di kelas mendapat nilai A pada mata kuliah tersebut. Itu bukan pemandangan yang aneh bagi kami. Karena kami terkadang melakukan hal yang sama. Kami bolos sekolah atau bolos kuliah atau tertidur di kelas saat kuliah merupakan suatu tindakan yang sudah kami perhitungkan sebelumnya. Kami akan belajar lebih giat dan lebih giat lagi. Bagi kami yang terpenting adalah kami paham dengan ilmu yang kami pelajari. Dan bagaimana caranya agar bisa paham? caranya ada pada diri masing-masing, setiap manusia memiliki caranya sendiri. Tapi, satu hal yang harus diingat, jangan pernah memandang rendah orang karena sifat luarnya.
Ya Tuhan...aku baru sadar kalau sejak tadi pagi perutku tidak pernah diisi oleh nasi, kulihat hpku, hpku menunjukkan pukul 06.08 pm. Itu artinya aku harus menunggu sekitar 2 jam lagi untuk makan malam, karena sesuai jadwalku, aku makan malam setelah sholat isya. Tapi berhubung aku sedang tidak sholat, jadi setelah azan isya aku akan makan malam. Hmmm.....sebuah penantian yang lama untuk makan malam. Aku putuskan untuk tidur sebentar dan mengaktifkan alarm hpku tepat pukul 08.00 pm.
Selamat petang.
----------------->>> To be countinued to Catatan 4